RETORIKA ALAM

Jumat, 01 Oktober 2010 10.45 Diposting oleh farah maulana
Bayang bayang menjadi teman menari
Bersama sang surya memecah keheningan
Embun sebagai candu pagi
Tanpa lelah menyapu dahaga

Bulan dan bintang menjadi penerang malam
Saling bercengkerama dalam diam
Mengisi kekosongan disetiap jeda
Menyapa dalam senyap

Hingga hujan datang dalam kebekuan yang pilu
Mengusir matahari
Membayangi bulan
Tanpa celah, hanya awan gelap
Tak tersenyum
Tanpa sapaan hangat
Hanya tangisan tanpa henti

Tak ada yang dapat mengentikan tangis
Semua menanti tangis mereda
Siang tak segera muncul,
Merayu pelangi untuk segera menghibur sang hujan

Hujan tak kuasa menahan senyumnya
Sang surya telah kembali
Memberikan kehangatan yang sempat beku
Bersama pelangi dan awan putih menari di langit

Hingga tiba saatnya bulan dan bintang menebarkan pesonanya
Kembali bernyanyi dan saling berbalas pantun dalam diam


0 Response to "RETORIKA ALAM"

Posting Komentar